Tingkap.info -- Persoalan Relokasi Warga Pulau Rempang masih menyisakan problematika sosial Ekologis.
Untuk melihat dari dekat dan fakta sebenarnya, tokoh masyarakat Riau Dr.Elviriadi langsung mengecek ke lapangan meluncur ke lokasi.
Tiba di Rempang, Dr.Elviriadi; Warga Tak Mau Pindah, Seng Kena Angin Langsung Ngelompo.
"Alhamdulillah saya sudah tiba di Rempang. Warga sungguh gembira, disana sudah duluan ada adik adik LBH (YLBHI), Walhi, Dompet Dhuafa, wartawan CNN dan beberapa elemen lainnya, "ucap putra Meranti, Kamis 28/9/23.
Tokoh yang dikenal sering hadir dikala konflik rakyat itu mengaku haru.
"Saya terharu. Warga Rempang masih trauma dan bimbang. Mereka bilang sejak ada Posko Bantuan Hukum Solidaritas Rempang dikampung itu, mereka baru agak berani keluar rumah. Sekarang pun kalau ada bunyi keras, ada suara seng kena angin bergetar, warga langsung "ngelompo" (terperanjat, bergerak cepat menghindar bahaya-red)," ucap mantan aktivis mahasiswa Unri itu.
Pengurus PP Muhammadiyah itu mengaku situasi demo dan ketegangan di Kota Batam sudah mereda.
"Saya bersyukur, konflik yang bersifat frontal sudah tak ada. Namun substansi penolakan nampaknya belum disetujui BP Batam," imbuhnya.
Dia pun menghimbau Kepala BP Batam Rudi, Menteri Bahlil dan pengusaha mengalihkan lokasi Investasi.
"Pulau Rempang itu secara demografis, secara tata ruang dan fungsi kawasan tidak cocok untuk investasi skala besar.
"Kawasan pesisir Rempang Galang dengan nelayan melayu itu sudah pas betul. Menjaga ekosistem pantai, melestarikan perikanan dan biota laut aneka jenis. Secara budaya juga pusat kebudayaan orang Melayu warisan Riau Lingga. Selain itu, sentral sayur mayur, buah naga, Catcman Area (kawasan tangkapan air) dan lanskap alam yang indah, " ujar alumni Perikanan dan Kelautan itu.
Jadi, sekali lagi, dengan segala kerendahan hati, saya mohon untuk ditinjau dengan hati yang jernih. Kalau tak gitu, lelamo temakol pantai galang meloncat ke pangkuan Cukong seraya bersyair : Pasang Lukah Tepi Parit, Nangkap Belut yang dapat Lintah, Sudah tau nasib kami perit, Nak Melaut Disuruh Pindah, Kepunan Telouw Temakol Pindaah laaaah, "pungkas peneliti Cukong yang ikhlas gundul permanen demi hutan Rempang.

