Pekanbaru – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau masa khidmat 2025-2027 resmi menggelar Resepsi Pelantikan sebagai penanda dimulainya kepemimpinan baru. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerak PMII Riau dalam merespons tantangan zaman.
Resepsi pelantikan tersebut mengusung tema “Menata Marwah, Menggerakkan Perubahan”, yang dimaknai sebagai ikhtiar menjaga kehormatan dan integritas organisasi, memperkuat nilai-nilai dasar perjuangan, serta mendorong peran aktif kader dalam menjawab persoalan sosial, lingkungan, dan kebangsaan secara berkelanjutan.
Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan komitmen ideologis dan arah perjuangan organisasi ke depan.
“Menata marwah berarti menjaga nilai, etika, dan identitas PMII sebagai organisasi kader yang berilmu dan berakhlak. Sementara menggerakkan perubahan kami maknai sebagai kerja kolektif yang solutif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ghulam Zaky.
Ia juga mengajak seluruh elemen, baik organisasi mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.
“PMII mengajak semua lini untuk peduli terhadap lingkungan melalui aksi nyata, seperti gerakan menanam pohon dan mendukung semangat green policing. Menjaga alam bukan hanya untuk hari ini, tetapi sebagai warisan kehidupan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Selain isu lingkungan, PKC PMII Riau juga menekankan pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sebagai fondasi terciptanya ruang perubahan yang sehat, aman, dan berkeadaban.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa menjaga marwah organisasi merupakan kerja ideologis yang harus terus dirawat di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
“Menata marwah adalah kerja ideologis yang harus terus dilakukan agar PMII tidak kehilangan arah. Perubahan harus digerakkan dengan basis nilai, keilmuan, dan keberpihakan yang jelas, bukan sekadar respons sesaat. PMII harus hadir sebagai kekuatan moral yang mampu menjembatani gagasan dan aksi, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan serta ketertiban sosial,” tegas M. Shofiyulloh Cokro.
Ia berharap PKC PMII Riau mampu menjadi motor penggerak kaderisasi yang progresif, melahirkan gagasan strategis, serta memperkuat sinergi dengan berbagai elemen demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Resepsi pelantikan ini menjadi momentum penguatan solidaritas dan konsolidasi kader se-Riau. Dengan semangat “Menata Marwah, Menggerakkan Perubahan”, PKC PMII Riau berkomitmen untuk terus bergerak secara inklusif, kolaboratif, dan konsisten dalam mewujudkan masyarakat yang adil, aman, dan berkelanjutan.

