Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Nelayan Kepulauan Meranti yang Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat

JENDELA INFORMASI
Desember 22, 2025, 17:27 WIB Last Updated 2025-12-22T10:27:38Z


Meranti, Tingkap.info — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Basarnas dan juga warga Tenggayun Raya beserta warga Tanah Merah berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Tenggayun Raya, wilayah Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12/2025).


Nelayan tersebut diketahui bernama Iskandar, warga Dusun Tunas Muda, Desa Kedaburapat. Korban ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan lemah di tengah laut.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban bekerja melaut bersama seorang rekannya bernama Pak Amang.


Menurut laporan, korban bekerja di laut sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah selesai bekerja, korban beristirahat di kapal. Namun saat rekannya terbangun sekitar pukul 05.30 WIB, korban sudah tidak berada di atas kapal.


Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan oleh adik iparnya, Ari, dalam kondisi terapung di tengah laut. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kedaburapat untuk mendapatkan perawatan medis.


“Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan. Berkat respons cepat tim di lapangan, korban dapat segera dievakuasi dan ditangani secara medis,” ujar Ardath.


BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca akhir tahun yang dinilai cukup ekstrem, dengan potensi air pasang tinggi dan angin kencang.


Sementara itu, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, juga menegaskan agar masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pekerja kempang, senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG.


“Berdasarkan analisis BMKG, saat ini hingga beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi dinamika cuaca ekstrem, air pasang tinggi, dan angin kencang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.


Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menghubungi BPBD Kepulauan Meranti apabila menghadapi kendala atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.


“Kami siap 24 jam setiap hari melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang telah dibentuk untuk mengantisipasi kejadian bencana, baik di laut maupun di darat,” tambah Khardafi.


Di akhir pernyataannya, Kalaksa BPBD menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti Ardath, S.IP, serta seluruh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. 

Iklan

iklan