Ada ada saja permasalahan masyarakat vs perusahaan di Riau.
Salah satunya terjadi di Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Rumah keluarga besar Astur yang ditempati sejak masih hidup almarhum orang tuanya kini mendadak gelisah resah.
Soalnya, sebuah pabrik yang diduga akan di jadikan pabrik atau industri bleaching akan berdiri dengan gagah.
Tak terbayangkan gangguan dan dampak pencemaran yang akan dirasakan karena jarak rumah yang terlalu dekat, lebih kurang 1 meter hanya di batasi parit.
Astur menyatakan saat ini sedang penimbunan, setelah dilakukan pembersihan lahan dan pohon pohon kayu.
Tak kuat menahan keresahan dan rasa khuatir, Astur dan Aidil menghubungi Pakar Lingkungan Dr Elviriadi di Pekanbaru.
"Betul, saya sudah ke TKP dan observasi. Sekaligus diminta membantu dan sebagai kuasa. Jadi kita ikutilah prosedur peraturan yang berlaku sebagai langkah advokasi formil, " ujar Dr Elv , Sabtu ( 24 /1/26).
Setelah menyelidiki secara mendalam, Pakar Lingkungan asal Meranti itu melayang surat ke PT SDS, ke Camat Sungai Sembilan, Kadis LH Dumai, Lurah Lubuk Gaung , Kapolsek dan Kapolres.
Selanjutnya, sesuai musyawarah dengan warga Lubuk Gaung dan Tokoh Kota Dumai, akan di lanjutkan ke Jakarta.
"InsyaAllah pak Doktor akan konsultasi ke Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta, ke Irjend Kemendagri dan Menteri Perindustrian. Soalnya sejak perencanaan tampaknya tidak sesuai dengan penentuan lokasi yang diatur AMDAL, UKL UPL, " kata Nurman, Manager Personal Dr Elviriadi.
Besok hari Ahad 25 Januari Rencananya tim kuasa masyarakat Lubuk Gaung Terbang ke Jakarta.
"Kita melihat di Dumai ini, khususnya kasus yang klien kami Astur ini, jelas janggal sejak awal. Sudah tau ada rumah disebelahnya, kok dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik. Ini bakal menjadi masalah di belakang hari. Menabrak sejumlah peraturan, logika perencanaan yang keliru yang dapat merugikan masyarakat luas. Kita akan bicarakan dengan pemangku kepentingan di Jakarta, "pungkas peneliti gambut yang ikhlas gundul permanen demi hutan Senepis.***

