Indragiri hulu - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Indragiri Hulu melayangkan kritik keras terhadap kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) yang terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat. Insiden ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap keselamatan warga dan bukti lemahnya tanggung jawab korporasi dalam menjamin keamanan instalasi migas.
Ketua PC PMII Indragiri Hulu, Fadilah Irsandi, menegaskan bahwa kebocoran pipa gas bukan persoalan sepele yang bisa diselesaikan dengan pendekatan teknis sementara.
“Ini bukan hanya soal pipa bocor, ini soal nyawa manusia. Warga Desa Tani Makmur hidup dalam kecemasan, sementara perusahaan seolah abai terhadap risiko besar yang mengintai,” tegas Fadilah.
Menurutnya, keberadaan pipa gas di kawasan permukiman dan lahan pertanian seharusnya disertai pengawasan ketat dan perawatan berkala sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta regulasi keselamatan kerja dan lingkungan. Kelalaian dalam pemeliharaan pipa gas merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip keselamatan publik.
“Jangan sampai hukum ikut bocor seperti pipanya. Jika PT TGI tidak segera melakukan perbaikan total sesuai undang-undang, maka negara harus hadir dan bersikap tegas,” lanjutnya.
PMII Indragiri Hulu menilai, perbaikan tambal sulam tanpa audit menyeluruh hanya akan menunda potensi bencana yang lebih besar. Oleh karena itu, PMII mendesak:
1. PT TGI segera melakukan perbaikan total dan audit teknis independen terhadap seluruh jalur pipa gas di Rengat Barat.
2. Pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk memastikan standar keselamatan benar-benar dijalankan.
3. Penegakan hukum tanpa kompromi jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran regulasi.
PMII menegaskan akan terus berada di barisan rakyat dan tidak akan diam jika keselamatan masyarakat dikorbankan atas nama kepentingan bisnis.
“PMII lahir dari nilai dasar pergerakan. Kami akan selalu berpihak pada rakyat dan menolak segala bentuk pembiaran yang mengancam keselamatan publik,” tutup Fadilah Irsandi.
sampai saat ini pihak media sedang upaya konfirmasi dengan pihak PT TGI
Penulis : Nurhadi


