Pekanbaru - Pakar Lingkungan Dr Elviriadi apresiasi langkah Danlanal Dumai Tangkap Arang Bakau Illehal.
"Arang Bakau ini, jangankan yang Illegal, yang legal saja sudah menghancurkan Ekosistem Perairan Bakau," katanya.
Akibatnya, Abrasi semakin menjadi jadi di pesisir pantai Kab Meranti dan daerah pesisir Riau.
Abrasi kabupaten Kepulauan Meranti terus meningkat tajam dari tahun ke tahun. Hal itu karena penghancuran hutan bakau
Akademisi yang kerap jadi ahli di pengadilan itu meminta semua bangsal arang di tutup.
Bangsal arang ini telah nyata menghancurkan pertahanan pantai terhadap abrasi, menyebabkan menjauhnya jenis ikan yang berinteraksi dengan Akar bakau.
Memutuskan mata rantai makanan biota laut
Dampak langsung nya penghasilan nelayan jauh berkurang
Elviriadi juga mendesak hukum seberat beratnya pelaku dan aktor intelektual arang Illegal
Pengurus Majelis Nasional KAHMI itu menyayangkan sikap Pemkab Meranti yang cendrung pasif.
"kita mendesak Bupati dan wakil Beserta Jajaran Pemkab Meranti menindak tegas Bangsal arang dan penjualan Illegalnya. Jangan tutup mata lah. Ajab rakyat ini kena abrasi dan hasil tangkapan nelayan jauh susut, " pungkas peneliti gambut yang ikhlas gundul permanen demi hutan Mengkikip

