PEKANBARU — Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Riau, Ghulam Zaky, mengapresiasi langkah tegas Kapolda Riau dalam mengungkap kasus perburuan gajah dan perdagangan satwa dilindungi yang terjadi di wilayah Riau.
Menurut Zaky, keberhasilan jajaran Polda Riau membongkar praktik ilegal tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak kejahatan lingkungan yang selama ini merugikan ekosistem dan citra daerah.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau atas komitmen dan ketegasan dalam menindak pelaku perburuan satwa dilindungi. Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi bentuk tanggung jawab negara menjaga warisan hayati,” ujar Ghulam
Sebagaimana diberitakan, aparat kepolisian berhasil mengungkap praktik perburuan terhadap gajah Sumatera serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa gading, sisik trenggiling, senjata api rakitan, dan perlengkapan lainnya. Pengungkapan ini memperlihatkan adanya indikasi jaringan terorganisir dengan motif ekonomi.
Ghulam menilai, kejahatan terhadap satwa liar tidak bisa dipandang sebagai kasus kriminal biasa. Ia menyebut praktik tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap keseimbangan ekosistem, termasuk ancaman terhadap kelangsungan hidup satwa dilindungi dan stabilitas lingkungan di Riau.
“Perburuan ilegal lahir dari permintaan pasar yang masih tinggi. Karena itu, selain penindakan tegas, perlu ada edukasi publik dan pengawasan kawasan konservasi yang lebih kuat,” katanya.
Ia juga mendorong kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga konservasi, serta masyarakat sipil untuk memperkuat sistem perlindungan satwa liar di Riau.
“Momentum ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat komitmen bersama menjaga alam Riau. Melindungi satwa berarti menjaga keseimbangan kehidupan,” tutupnya.

